Eko Prasetyo

Pengalaman jurnalistiknya ditempa di Jawa Pos. Kini aktif menggiatkan literasi menulis di Indonesia. ...

Selengkapnya
Ditolak Penerbit Berkali-kali, Kini Hasilkan Dua Properti
Sumber: bbc.com

Ditolak Penerbit Berkali-kali, Kini Hasilkan Dua Properti

"If you can dream it, you can do it... "

~ Walt Disney

****

Banyak kisah tak terduga yang mengiringi sebuah keberhasilan. Tak jarang, heroisme turut membalut cerita sukses itu. Seperti pengalaman berikut ini.

Jagat penerbitan di Indonesia laksana belantara luas. Kadang kejam. Pasalnya, naskah yang kontennya baik belum tentu bisa diterbitkan.

Namun, naskah yang bisa jadi kurang edukatif tetap diterbitkan lantaran dianggap punya serapan pasar bagus. Itulah wajah penerbitan konvensional kita.

Maka, tak keliru apabila ada anggapan bahwa pengiriman naskah bisa bergantung pada kemujuran. Menjadi penulis buku di negeri ini memang penuh tantangan dan perjuangan. Harus kerja keras. Belum lagi soal tuntutan memenuhi selera pembaca. Alhasil, kadang idealisme tak mampu bicara jika dibenturkan pada persoalan ini.

Pada 2012, di mailing list Ikatan Guru Indonesia secara berkala ada tulisan berseri Terbitkan Bukumu. Isinya motivasi menulis hingga teknis penerbitan. Tulisan tersebut tayang hingga 63 seri.

Karena banyak pembaca yang menyukai, tulisan-tulisan tersebut dihimpun menjadi naskah. Dan mulailah naskah itu dikirim ke penerbit. Penerbit pertama di Jogja menolak. Pengiriman kedua juga ke penerbit Jogja. Ditolak lagi. Ketiga pun dijawab sama: tolak!

Hingga enam kali dalam tiga tahun, naskah itu mengalami penolakan. Karena tak ingin ditolak tujuh kali, naskah tersebut lantas diterbitkan sendiri. Judulnya yang semula Terbitkan Bukumu lantas diganti dengan alasan ingin mengubah peruntungan.

Berbekal Rp2 juta untuk biaya pracetak dan cetak beberapa eksemplar, buku ini terbit perdana pada awal 2015. Ketika gaung satu guru satu buku (sagusabu) bergema pada 2017, buku ini mencapai cetakan ke-23. Cetakan ke-27 pada Februari 2018 tercatat paling greget. Dicetak seribu eksemplar, hasilnya ludes dalam dua bulan. Cukuplah properti di Sidoarjo dan Malang menjadi saksi keuntungan kecil yang diraupnya.

Buku itu adalah Jangan Cuma Pintar Menulis. Buku yang sempat membuat saya sedih lantaran ditolak berkali-kali oleh banyak penerbit. Hanya karena sebuah keinginan untuk berbagi pengalaman saja sehingga saya menerbitkannya sendiri.

Maka, jangan pernah putus asa jika naskah Anda ditolak penerbit. Bisa jadi itu jalan lain menuju keberhasilan. Selanjutnya, biarlah buku kita menemukan takdirnya sendiri.

Surabaya-Jakarta, 9 November 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Dahsyat

09 Nov
Balas

Bra

09 Nov

vo

09 Nov

Gambare buku sik endi? Aku kok belum punya. Kalau nanskahnya di mailing IGI ndek zaman semono sih sudah baca, tapi yo lali kabeh. Hahaha...

09 Nov
Balas

La tahzan...

09 Nov

Masih belum berani Cetak Indie// Terlalu

09 Nov
Balas

Laa hawla walaa quwwata illa billah

09 Nov

Never give up!

09 Nov
Balas

Benar

12 Nov

Masuk mas Ekoo

09 Nov
Balas

Mantul, mantap betul Pak Syaihu

09 Nov

motivasi yg dahsyat!

11 Nov
Balas

Mantap pak

09 Nov
Balas

Matur suwun

09 Nov

Sangat menginspirasi.. TOP

09 Nov
Balas

Matur nuwun

12 Nov

Cerita miris dari seorang penulis akhirnya bukunya laris dan tersenyum manis, hehehe.

09 Nov
Balas

Bismillah

09 Nov

Mantap pak Eko, tulisan yang sangat inspiratif dan motivatif!

09 Nov
Balas

Salam hormat

09 Nov

Keberanian membuat buku awal kesuksesan

09 Nov
Balas

Siaap

09 Nov

Masih ada stok bukunya?

10 Nov
Balas

Habis Pak

12 Nov

Semangaaatt menuliss...

09 Nov
Balas

Semangat Bu

09 Nov

seru mas eko...smg ketularan gigihnya

11 Nov
Balas

Matur nuwun

12 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali