Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya
Fokker      
Sumber: aimhigherjets[dot]com

Fokker    

Sebagai penggemar dirgantara, saya mengoleksi banyak miniatur pesawat. Salah satu yang saya sukai ialah produk-produk keluaran Academy. Selain harganya terjangkau –tak sampai Rp100 juta, rilisan Academy mengasah kreativitas karena harus dirakit sendiri.

Dari situ, kita secara tidak langsung bisa belajar sejarah pesawat-pesawat yang dirakit. Umumnya, produk Academy adalah pesawat-pesawat tempur, baik yang pernah terlibat di Perang Dunia II maupun yang generasi baru.

Namun, saya sulit menemukan jenis Fokker. Beberapa waktu lalu, saya teringat jenis ini saat melihat-lihat pameran dirgantara. Dari situ, saya mengetahui bahwa Fokker ini diambil dari nama pendirinya, Anthony Fokker. Ia salah seorang perintis industri pesawat terbang yang ternyata lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 April 1890.

Pada umur 20 tahun, ia membuat pesawat yang dinamai Spin yang berasal dari bahasa Belanda dan artinya laba-laba. Karena melihat kesempatan untuk berkembang lebih baik di Jerman, ia pindah ke Berlin. Di sana ia mendirikan perusahaan pertama yang bernama Fokker Aeroplanblau. Nama ini kemudian diganti menjadi Fokker AviatikGmbH. Pabriknya membuat Fokker Eindekker yang dilengkapi senjata mesin dan merajai pertempuran-pertempuran di Perang Dunia I.

Ketika AU Jerman mengandalkan pesawat ini pada 1915–1916, pers Inggris menyebut periode ini sebagai Fokker scourge (bencana Fokker). Pesawat ini pula yang melambungkan nama Manfred von Richthofen sehingga dijuluki ”Flying Ace” Red Baron karena pesawat tempur Fokker DR 1-nya yang berwarna merah.

Ia memenangi sekitar 80 dogfight (pertempuran pesawat satu lawan satu) sebelum ditembak jatuh oleh pasukan artileri Australia di Morlancourt, Prancis Utara, pada 21 April 1918.

Pada 1919, Anthony Fokker pindah ke Belanda. Ia mendirikan pabrik di dekat Kota Amsterdam dan dinamai Nederlandsche Vliegtuigenfsbriek (pabrik pesawat terbang Belanda). Penyebutan merek ”Fokker” sengaja dihindari karena keterlibatannya dalam Perang Dunia I. Sejarah mencatat bahwa Fokker mengalami kemajuan komersial dan memasok pesawat-pesawat tempur untuk AU Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya.

Dekade 1920-an merupakan kejayaan Fokker sebagai produsen pesawat terbesar di dunia. Pada 1930-an, Fokker menjadi pemasok bagi 54 perusahaan maskapai udara dan menguasai 40 persen pasar di Amerika.

Jadi, generasi muda kita perlu tahu bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang yang melahirkan banyak tokoh terkenal. Salah satu di antaranya ialah Fokker.

Castralokananta, 1 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantabs Mas Eko, kapan bisa ngopi bareng lagi?

01 May
Balas

Wah. Nambah lagi pengetahuan saya. Tentang peradaban dulu. Suwun Pemred

01 May
Balas

Jadi, generasi muda kita perlu tahu bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang yang melahirkan banyak tokoh terkenal. Salah satu di antaranya ialah Fokker. s-7 Pak Bos, bahkan jauh sebelum itu, ketika peradaban dunia belum melek, Bangsa Nusantara (Baca Indonesia) telah sangat maju dalam dunia arsitektur, sebut saja Candi Borobudur dan prambanan, maha karya Bangsa Indonesia jaman Bahula yang hingga kini tetap perkasa, kakek moyang kita bangsa yang punya karya mendunia, tidakkah anak cucunya mewarisinya? Tulisan yang inspiratif, bermanfaat, aktual, fenomenal, fundamental dan (mungkin) Tenar.

01 May
Balas

Iya Pak.. bangsa kita punya warisan besar di bidang arsitektur dan budaya. Matur nuwun.

01 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali