Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya
HP Mohon Dimatikan

HP Mohon Dimatikan

Kalimat tersebut mudah ditemui di masjid-masjid dan musala. Terutama jika Anda sedang melakukan shalat berjamaah. Kalimat ini selalu diributkan di luar sana tentang sudah tepat atau tidak susunannya.

Dulu, dulu sekali, saya sudah pernah menjelaskan bahwa kalimat ini tidak perlu diperdebatkan. Sebab, hal ini tidak terkait dengan kasus logika bahasa, melainkan hanya rasa bahasa belaka alias selera. Maksudnya?

Sebagaimana diketahui, imbuhan ”di-kan” membentuk kata kerja pasif. Coba perhatikan dua kalimat berikut ini.

1. HP mohon dimatikan.

2. Mohon HP dimatikan.

Substansi dua kalimat tersebut sama walau kata ”mohon” berganti posisi. Perdebatan ini dimulai dari anggapan bahwa kalimat tersebut seolah-olah bermakna HP bisa dibunuh, padahal kan tidak demikian maksudnya.

Akan menjadi masalah jika susunannya menjadi seperti ini.

1. Mohon HP-nya dibunuh.

2. Mohon HP-nya ditewaskan.

3. Mohon HP-nya dibanting.

4. Mohon HP-nya dilempar, kemudian diinjak-injak.

5. Mohon HP-nya diberikan gratis ke saya.

Jadi, solusinya bagaimana, Mas Eko? Karena masyarakat pengguna bahasa Indonesia sekarang kritis-kritis, memang sebaiknya kalimatnya dibuat secara sederhana saja. Contohnya: Mohon HP dinonaktifkan ketika shalat dimulai.

Castralokananta, 8 Juli 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar sekali Mas Eko. Kebiasaan yang harus diubah. Sukses selalu dan barakallahu fiik

08 Jul
Balas

Matur nuwun Bu

08 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali