Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya
Membincang Jurnalistik Masa Depan      

Membincang Jurnalistik Masa Depan    

Dalam lawatan ke Singapura bersama Pak Ihsan (CEO MediaGuru) akhir Juli lalu, saya memperhatikan banyak pelancong yang melakukan siaran langsung dengan perangkat ponselnya. Mereka mungkin menyebarkannya ke akun Instagram, Facebook, ataupun channel YouTube masing-masing.

Jurnalisme warga kian moncer. Dari sini pula saya bisa melihat bahwa media arus utama (mainstream) pun tak jarang menjadikan info viral di medsos sebagai bahan berita mereka.

Dunia jurnalistik kini memang tak lagi tergantung pada media-media konvensional. Sifat multimedia sudah benar-benar melekat pada tren jurnalistik online. Kita mungkin mafhum bahwa media cetaklah yang paling terimbas.

Tapi, jangan lupa bahwa media elektronik juga merasakan dampak tersebut. Bukti sahihnya ialah kabar tentang rencana PHK besar-besaran yang dilakukan Net.TV. Lupakan kekalahan telak mereka lantaran sikap idealisme yang dilibas oleh sinetron azab dan reality show tak bermutu.

Mari melihat fakta bahwa TV pun mulai ditinggalkan dan sebagian generasi milenial sudah beralih ke teknologi berbasis internet. Publik kini semakin menjadikan media online sebagai rujukan utama ketika mereka membutuhkan informasi.

Mengapa demikian? Sebab, budaya internet makin kuat di kalangan masyarakat.

Saat saya berkuliah di IKIP Surabaya (kini Unesa) pada 1999, kala itu ramai berita tentang skandal Presiden AS Bill Clinton dan Monica Lewinsky di website Drudge Report. Kasus ini dikenal dengan nama Monicagate. Skandal ini pertama diunggah oleh Mark Drudge dengan berbekal laptop dan modem di website pribadinya tadi. Inilah yang kemudian disebut-sebut sebagai tonggak lahirnya jurnalistik online.

Pada awal 2000-an, kemudian muncul situs-situs pribadi yang memberikan laporan jurnalistik. Itu disebar melalui website blog (weblog), mailing list (milis), dan blog pribadi lewat platform blogspot, multiply, dan lain-lainnya.

Sebenarnya, jurnalistik itu laksana samudra. Luas dan dalam. Tak bisa dibahas hanya dalam sehari seperti pelatihan jurnalistik mediaguru.id di Unesa pada 10 Agustus lalu. Kini eranya sudah berubah. Mari membincang jurnalistik masa depan itu lebih dalam bersama tim mediaguru.id.

Iya, Anda benar. Tulisan ini modus kesekian dari saya untuk mempromosikan mediaguru.id.

Sidoarjo, 13 Agustus 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tebar kabar untuk pembelajar.ok mas.

13 Aug
Balas

Siaap

13 Aug

Siaap

13 Aug

Mantaf Pak Eko..

14 Aug
Balas

Matur nuwun Bu

15 Aug

Hehe...modus yang positif tentunya, Pak. Barakallah. Sehat dan sukses selalu, Pak.

13 Aug
Balas

Siap. Matur nuwun Bund. Semoga Ibu sehat selalu sekeluarga...

13 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali