Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya
Merawat Bangsa lewat Kata-Kata   

Merawat Bangsa lewat Kata-Kata  

Oleh: Eko Prasetyo

Jurnalis dan penulis buku

Judul : Menulis tanpa Kerangka

Penulis : Syaiful Rahman

Penerbit : Pustaka MediaGuru

Cetakan : Pertama, Desember 2018

Tebal : 120 halaman

Hingga kini, banyak ilmuwan percaya bahwa Baghdad merupakan kota terbaik bagi ilmu pengetahuan. Bahkan, banyak saintis Barat pun mengakuinya.

Hal itu disebabkan adanya jejak perpustakaan yang sangat hebat pada masanya. Besar dan megah. Sebagian sejarawan menjulukinya perpustakaan kongres. Tapi, kaum muslim menyebutnya Bait al-Hikma.

Tidak diragukan lagi era kejayaan Islam di masa silam (sekitar tahun 750-1257) tidak terlepas dari budaya literasinya yang begitu agung dan tinggi. Banyak karya besar yang ditulis oleh para cendekiawan muslim dan tersimpan di sana. Tak terkecuali tentu saja sumber-sumber pengetahuan yang melibatkan bangsa Persia.

Diyakini bahwa banyak sekali buku tentang berbagai ilmu pengetahuan, astronomi, kedokteran, dan penemuan-penemuan yang disimpan di sana. Katalognya disebut-sebut tak terhitung.

Hingga akhirnya ”musibah” terjadi ketika bangsa Mongol menyerbu Baghdad dan mendudukinya pada sekitar 1258. Perpustakaan itu dihancurkan. Buku-buku berharga nan langka dimusnahkan dan dibuang di Sungai Tigris.

Begitu parahnya, sampai-sampai korban yang selamat dari peperangan mengatakan bahwa air sungai itu menghitam selama setahun. Ini lantaran tinta dari buku-buku yang dibuang tersebut.

Ironis memang. Tapi, itulah sejarah kelam yang mestinya harus terus dikenang. Bukan untuk diratapi, tapi belajar dari tragedi pahit itu. Di sinilah ucapan Milan Kandera menemukan kebenarannya. Bahwa jika ingin menghancurkan sebuah bangsa, musnahkan buku-bukunya.

***

Dewasa ini gerakan literasi membaca dan menulis di Indonesia laksana bunga mekar di musim semi. MediaGuru, misalnya, turut andil di dalamnya melalui program pelatihan satu guru satu buku (sagusabu). Gerakan ini bak bola salju yang menggelinding dan membesar. Hingga kemudian lahirlah ”adik-adik” sagusabu yang disebut sasisabu (untuk kalangan siswa), sadosabu (dosen), dan samasabu (mahasiswa).

Dengan ciri khasnya, MediaGuru seketika ikut mengubah atmosfer dunia penerbitan buku di tanah air. Penerbitan indie yang dulu dianggap sebelah mata menjadi opsi yang realistis dan disukai. Tak ada lagi sekat-sekat bernama prestise.

Atmosfer yang hangat dan pelatihan yang penuh kekeluargaan merupakan cara untuk meyakinkan audiens bahwa menulis itu mudah. Ini bisa dimaklumi karena salah satu sasaran utamanya ialah guru. Nah, selama ini sebagian di antara mereka masih punya paradigma bahwa menulis buku itu tidak mudah. Inilah yang coba didobrak lewat sagusabu.

Buku Menulis tanpa Kerangka ini jelas merupakan jalan terang. Inilah jembatan bagi para penulis pemula untuk mewujudkan impiannya menulis buku.

Sebab, buku ini memang menyajikan banyak menu yang sedap untuk dikudap. Ringan dan sederhana tapi berkelas. Metodenya tidak njelimet.

Syaiful Rahman, penulis buku ini, merupakan jaminan tersendiri. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, ia bisa dikatakan produk sukses dari hasil menulis tanpa kerangka itu sendiri.

Ketika sagusabu menggelora, buku ini hadir pada saat yang tepat. Sebab, bangsa kita membutuhkan banyak literatur, tak terkecuali yang ditulis oleh guru pencetak generasi calon pemimpin bangsa. Dan buku-buku itulah yang akan merawat bangsa ini.

Buku ini siap memandu mereka untuk menjalankan estafet dalam merawat bangsa kita. Ya, lewat kata-kata.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantab, kapan mimpi buku saya dapat resensi dari Mas Eko, Barokallah

07 Feb
Balas

Siaaap

07 Feb

Siaaap

07 Feb

Buku yang bagus, diresensi oleh seseorang yang luar biasa. Hasilnya begitu memesona. Sukses selalu Mas Eko..barakallah

07 Feb
Balas

Matur nuwun... Salam literasi

07 Feb

Penulisnya keren, tulisannya mesti apik. Salam kenal Mas Syaiful. Barakallah ilmu e, Mas Eko. ❤

07 Feb
Balas

Super kereennnnn

07 Feb
Balas

Ibu juga keren

07 Feb

Amazing Pak Eko. Kapan Papua di garap pak???

09 Feb
Balas

Bahasanya lugas dan ngangeni, mangkane wakeh sing maca.... :) Salam takzim Mas Eko

07 Feb
Balas

Salam kangen Pak... Semoga ada takdirnya bagi kita untuk ngopi tipis-tipis

07 Feb

Ruuuaaarrrr....biasa.....

07 Feb
Balas

Matur nuwun

07 Feb

Matur nuwun

07 Feb

Sedih pas baca perpustakaan di hancurkan, buku itu kan tuntunan ilmu, dari membaca kita jadi tahu banyak tentang sesuatu hal., sehat dan sukses terus ya pa eko, barakallah

07 Feb
Balas

Iya Pak... Penghancuran bangsa memang bisa dilakukan dg memusnahkan buku-bukunya. Salam hormat

07 Feb

Iya Pak... Penghancuran bangsa memang bisa dilakukan dg memusnahkan buku-bukunya. Salam hormat

07 Feb

Alhamdulillah dapat pengetahuan baru...Barakallah, Guru besar MediaGuru

07 Feb
Balas

Makasih Bu

07 Feb

Awalnya saya kurang terlalu suka membaca, tetapi kalau baca tulisan pak Eko saya selalu terpesona, tulisannya bagus bangett

11 Feb
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali