Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya
Otokritik
Sumber: JawaPos.com

Otokritik

Awal musim lalu, Persebaya tampil melempem. Bonek (suporter fanatik Persebaya) marah dan meluapkan kekesalan pada manajemen.

Pelatihnya (Alfredo Vera) akhirnya mundur dan digantikan Djajang Nurjaman, eks pelatih Persib Bandung dan PSMS Medan. Yang terjadi berikutnya, Persebaya tampil menakutkan di paro musim kedua. Tim-tim raksasa dipermak tanpa tanggung. Di Gelora Bung Tomo Surabaya, Madura United digasak 4-0, PSM Makassar dan Persija Jakarta dicukur 3-0.

Bali United lebih mengenaskan. Tampil di hadapan publiknya, tim kebanggaan Pulau Dewata itu justru menyerah 2-5 kepada Persebaya. Dalam partai kandang usiran di Bali pula, Persib Bandung dibabat Persebaya 1-4.

Musim ini adegan nyaris sama terulang. Awal musim 2019 ini, Persebaya memulai start dengan buruk. Kalah 1-2 di kendang Bali United. Berikutnya malah apes. Tampil di Gelora Bung Tomo, Persebaya justru ditahan imbang Kalteng Putra dan PSIS Semarang dengan skor sama: 1-1.

Apa yang terjadi kemudian? Dalam laga Piala Indonesia melawan Madura United, Bonek melakukan protes di lapangan yang membuat asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro emosi. Tidak cukup di situ, di linimasa E100 (medsos milik radio Suara Surabaya), para pencinta Persebaya mengkritik manajemen Persebaya.

Rupanya, ada gerak cepat. Bomber David da Silva didatangkan lagi setelah sempat membela klub Korea Selatan musim ini. Da Silva musim lalu menjadi top skor Liga 1 dan membawa Persebaya finis di papan atas.

Pascakritik dari Bonek tersebut, Persebaya tampil trengginas. Di Samarinda, Borneo FC ditundukkan dengan skor 1-2. Berikutnya, giliran Persela Lamongan yang dipaksa pulang dengan membawa kekalahan 2-3.

Yang mengejutkan terjadi tadi malam (5/7). Persib Bandung justru dibantai 4-0 di Gelora Bung Tomo lewat trigol Amido Balde dan gol indah Irfan Jaya. Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar luar biasa. Kapasitas 50 ribu terisi penuh. Selama 90 menit permainan, Bonek tak henti-henti memberikan semangat kepada Persebaya.

Tak bisa dibayangkan bagaimana jika paro musim kedua nanti Amido Balde diduetkan dengan David da Silva yang didukung pemain cepat seperti Irfan Jaya dan kreator lini tengah macam Damian Lizio dan Manu Jalilov. Selasa ini ((9/7) Persebaya bakal menjamu Barito Putera di Surabaya. Menarik ditunggu apakah tren positif tim Bajul Ijo ini bakal berlanjut.

Sesungguhnya saya hanya ingin menunjukkan betapa mujarabnya otokritik. Otokritik Bonek sebagai bagian dari kesatuan Persebaya saat Persebaya tampil lesu justru menjadi pelecut. Maka, Persebaya telah memberikan pelajaran tentang sebuah otokritik yang acap kita lupakan. Sebagaimana dikatakan Goenawan Mohammad bahwa kita perlu melakukan otokritik apabila ingin maju dan berkembang. Jika otokritik dianggap sebagai penghalang, selamat datang kegelapan!

Surabaya, 6 Juli 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sampun sehat Mas Eko?

06 Jul
Balas

Njih Pak

06 Jul

Selamat datang kembali Mas Eko. Semoga selalu diberi kesehatan, kebahagiaan dan kesuksessan. Barakallah

06 Jul
Balas

Percayalah kekuatan pena...

06 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali