Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya

POJOK BAHASA: Meregang Nyawa

Dalam materi bahasa jurnalistik, saya selalu mengingatkan kasus kebahasaan ini, yaitu penggunaan frasa ”meregang nyawa” yang tidak tepat dalam kalimat. Kasus serupa bisa kita jumpai pada judul-judul berita media daring dan berita di media cetak.

Berikut ini contoh-contoh judul berita yang menggunakan frasa ”meregang nyawa” dengan tidak tepat.

1. Empat Perampok Sadis Bersimbah Darah, Satu Meregang Nyawa (jpnn.com, 2 Mei 2019)

2. Usai Pesta Miras, Buruh Meregang Nyawa (Bali Post, 6 Mei 2019)

3. Digigit Anjing, Pelajar SMP Meregang Nyawa (balipuspanews.com, 3 Mei 2019)

4. Beratnya Tugas KPPS hingga Banyak yang Meregang Nyawa (merdeka.com, 3 Mei 2019)

5. Pulang Kerja, Satpam Meregang Nyawa (Lombok Post, 23 April 2019)

Mengapa saya sebut tidak tepat? Sebab, setelah saya baca beritanya, makna frasa ”meregang nyawa” pada berita-berita tersebut adalah meninggal. Padahal, meregang nyawa dan meninggal itu berbeda.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meregang nyawa memiliki arti sekarat atau hampir mati. Maka, kalau menggunakan frasa ”meregang nyawa” dalam sebuah kalimat, kita perlu melihat konteksnya terlebih dahulu. Berikut ini contoh penggunaan frasa tersebut secara tepat.

1. Tertembus peluru membuat serdadu itu meregang nyawa (sekarat).

2. Darsonovsky meregang nyawa setelah keinginannya untuk poligami dihadiahi sang istri dengan mesin pemotong rumput dalam khitan kedua.

Castralokananta, 12 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

86! Mas. Yes

12 May
Balas

Siap, yes!

13 May

Hahaha . .Ono2 bae..

13 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali