Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya

POJOK BAHASA: Nyinyir

Saya harus meluruskan satu hal yang ternyata salah kaprah di kalangan masyarakat kita. Hal itu terkait dengan penggunaan kata nyinyir.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, baik edisi cetak kelima maupun versi daring, nyinyir memiliki arti mengulang-ulang perintah atau permintaan sehingga orang bosan mendengarnya. Kata nyinyir tersebut berpadanan dengan kata nyenyeh atau cerewet.

Di KBBI, diberi contoh kalimat yang menggunakan kata nyinyir: Nenekku kadang-kadang nyinyir, bosan aku mendengarnya.

Selama ini saya mendapati kata nyinyir digunakan sebagai padanan kata ”sinis”. Hal itu mudah dijumpai di medsos. Bahkan, warganet lazim memakai istilah kaum nyinyir untuk menyindir atmosfer politik di tanah air yang tengah memanas karena beda pilihan.

Di KBBI, sinis memiliki makna sikap mengejek atau memandang rendah sesuatu. Nah, sekarang jelas kan bahwa nyinyir dan sinis itu berbeda arti. Jadi, tolong gunakan kata nyinyir secara tepat. Jangan sampai kita serampangan menggunakan kata nyinyir seperti berikut ini:

1. Ketika bernyinyir, suaranya ndak enak didengar.

2. Ia menekuni profesi sebagai penyinyir dangdut.

Castralokananta, 9 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Terima kasih Mas sudah berbagi

09 May
Balas

Siap Bund...

10 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali