Eko Prasetyo

Motonya: "Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan" yang dinukil dari Alquran....

Selengkapnya

POJOK BAHASA: Pelepasan = Dubur?    

Dulu saya pernah ditanyai oleh seorang sahabat perihal kata pelepasan ini. Yang bersangkutan sungguh kritis terhadap masalah kebahasaan, terutama yang terjadi di sekitar masyarakat pengguna bahasa Indonesia.

Beliau berpendapat bahwa pemakaian pelepasan itu tidak tepat. Alasannya, pelepasan itu memiliki makna dubur atau anus. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kelima dan KBBI versi daring, keterangan itu memang ada.

Kata pelepasan ini menuai pro dan kontra di masyarakat karena penggunaannya dalam contoh kalimat berikut ini.

1. Selamat atas pelepasan siswa-siswi SMA anu.

2. Mari sukseskan acara pelepasan siswa-siswi SD anu.

Baik, saya jelaskan secara sederhana dan disertai dasar-dasar argumentasi secara ilmiah agar bisa dipertanggungjawabkan. Penggunaan kata pelepasan dalam dua kalimat tadi sudah tepat. Lho, katanya ”pelepasan” itu memiliki arti dubur atau anus? Sebentar tho, jangan memotong penjelasan seperti itu, ndak baik. Sekarang tutup dulu buku catatan kasbon, Mari sama-sama membuka KBBI.

Di KBBI, kata pelepasan memiliki empat makna yang termasuk kelas kata nomina (kata benda). Pertama, pelepasan memiliki makna proses, cara, perbuatan (hal dan sebagainya) melepas(kan). Kedua, maknanya pemecatan (dari tugas). Ketiga, dubur atau anus. Keempat, pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun buatan (ini istilah dalam geografi).

Sekarang sudah jelas bahwa penggunaan kata pelepasan dalam dua contoh kalimat tadi itu tepat karena penjelasan makna pertama. Tidak ada pelanggaran kaidah penulisan di sana. Jadi, kita tidak perlu memperdebatkan lagi makna pelepasan itu sendiri.

Mengapa kata pelepasan itu diartikan sebagai dubur? Untuk menjawabnya, mari kita sama-sama bertanya apa fungsi dubur itu sendiri. Melepaskan, bukan? Melepaskan apa? Ya melepaskan tinja agar tak ada beban berat yang dirasakan oleh sistem pencernaan kita.

Castralokananta, 10 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

kereen Pak Eko

11 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali